DIARE AKUT
Semua orang pasti pernah mengalami yang dinamakan dengan
diare. Buang air besar yang terus menerus disertai kondisi badan yang menurun. Apa
penyebab diare? Berbahayakah diare itu? Serta bagaimana cara penanganan
pertamanya? Temukan disini.
Alkisah Andi seorang anak berusia 15 tahun sedang lahap
makan di pekarangan rumah sore hari yangc erah. Makanan istimewa yang didapat
dari sebuah resepsi pernikahan tadi pagi. Andi makan dengan lahap bukan hanya
karena lapar, tapi karena makanan yang didapat adalah makanan kesukaannya yaitu
ayam panggang.
Tak disangka, beberapa jam setelah itu Andi mulai rajin
mengunjungi Toilet. Dan dari dalam terdengar suara BAB yang cukup ramai. 2
kali, 3 kali bahkan sampai 5 kali andi Buang air dalam jam terakhir.
Dan bukan hanya merasakan mulas yang lebih sakit dari
biasanya, Andi juga merasakan lemas karena banyak BAB. Badannya juga mulai
terasa hangat serta keringat yang mulai mengalir di wajahnya.
Akhirnya keluarga Andi memutuskan untuk membawanya ke Rumah
sakit terdekat.
Mungkin inilah
gambaran singkat tentang diare. Kita akan bahas lebih lanjut tentang Diare
dalam kategori Penyakit kali ini.
Diare Akut
Apa itu Diare Akut? Diare akut adalah Buang air besar dengan
feses/tinja yang tidak berbentuk padat atau
dengan frekuansi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Apabila diare ini berlangsung kurang dari 2
minggu maka inilah yang disebut dengan diare akut. Pada feses dapat terdapat
lendir atau tanpa lendir, darah atau pus.
Bisa juga terdapat pula Gejala yang menyertai seperti rasa
sakit pada perut, mual atau bahkan muntah, demam dan badan yang terasa lemas.
Jadi Diare Akut dicirikan dengan BAB yang lebih dari 3 Kali
selama 24 Jam dan dengan Feses/tinja yang tidak berbentuk padat alias lembek.
Jadi walaupun BAB lebih dari 3 kali tapi feses masih padat berarti anda tidak
perlu kuatir. Mungkin saja ini karena anda terlalu sering makan hari ini.
PENYEBAB
Apa saja yang dapat menyebabkan diare? Kebanyakan orang mengalami
diare setelah makan. Bukan makanan itu yang mengakibatkan diare, tapi bakteri
atau virus yang ada didalamnya. Bakteri atau virus yang terdapat didalam
makanan akan menganggu kinerja usus saat mengolah makanan sehingga menyebabkan
diare.
Diare disebabkan oleh serangan Bakteri atau virus atau parasit.
Ketiga hal ini yang paling sering menyebabkan diare akut yang parah.
Makanan sendiri memang dapat menyebakan diare, tapi jarang
terjadi. Hal ini sering terjadi pada bayi akibat mal-absorbsi. Dimana usus bayi
masih belum maksimal bekerja sehingga menyebabkan terjadi diare. Atau
dikarenakan faktor alergi sehingga imunitas seseorang menganggap makanan
tersebut adalah ‘musuh’nya.
Tapi diare juga dapat dikarenakan stress psikologis.
Seseorang yang sedang mengalami tekanan berat atau stres menyebabkan terjadinya
perubahan kuantitas hormon dalam tubuhnya. Ada yang langsung berakibat
mengganggu kinerja lambung/usus. Tapi ada juga yang menyebabkan penurunan
status imun sehingga mudah terkena penyakit termasuk serangan bakteri yang
berakibat diare.
Akibat
Akibat
utama dari diare adalah Feses yang encer.
Mengapa demikian? Saat diare menyerang, usus mengalami kelainan fungsi. Entah
itu akibat makanan, infeki bakteri atau stress. Kelainan ini dapat berupa usus
yang bekerja terlalu cepat atau lambat.
Salah
satu fungsi dari usus adalah untuk menyerap air yang terapat dalam makanan.
Saat usus bekerja terlalu cepat, air yang diserap menjadi sedikit dan tersisa
banyak dalam feses. Akibatnya, feses menjadi encer dan tidak berbentuk. Rongga
usus-pun menjadi lebih cepat terisi dan lebih cepat juga dibuang. Sehingga anda
lebih sering BAB.
Nyeri/rasa sakit yang terjadi juga
dikarenakan kontraki usus yang tidak normal. Usus yang bekerja terlalu cepat
ini akan merangang sensor nyeri sehingga anda akan merasa kesakitan di perut.
Gejala
lainnya adalah badan yang terasa lemas.
Hal ini dikarenakan pengeluaran air yang banyak melalui feses. Badan yang lemas
juga disebabkan banyaknya energi yang dipakai tubuh untuk mengejan atau juga
untuk menahan sakit.
Penanganan utama
Saat
anda dirumah, apa yang anda dapat lakukan? Inilah yang penting untuk anda
lakukan.
1. Minum
yang banyak
Saat terjadi diare, banyak cairan yang
keluar tubuh. Hal ini menyebabkan dehidrasi dan badan lemas. Tekanan darah akan
menurun karena kurangnya cairan darah. Minum yang banyak diperlukan untuk
mengganti cairan yang keluar. Bila mempunyai oralit, anda dapat memberikannya
sesuai dengan aturan yang ada di bungkus oralit tersebut. Oralit lebih baik
mengganti cairan tubuh daripada air putih saja. Bila tidak ada oralit, anda
dapat membuat teh satu gelas dengan gula
satu sendok dan ditambah garam dapur seperempat sendok teh.
2. Minum
Obat
Obat-obatan dapat anda gunakan untuk
penanganan pertama diare. Pilihlah obat yang memiliki kemampuan untuk menyerap
racun. Obat jenis ini lebih baik daripada obat yang hanya berfungsi menurunkan
frekuensi diare. Diare terjadi karena adanya racun didalam usus, jadi bila
racun dikeluarkan, diare pun akan berkurang.
3. Diusahakan
untuk dapat makan makanan.
Makanan berfungsi untuk penyeia energi bagi
tubuh. Karena banyak energi yang hilang, makanan penting untuk masuk ke dalam
tubuh. Walau hanya bisa sedikit, usahakan penderita tetap menerima asupan
makanan.
4. Bawa
ke Puskesmas/ Rumah sakit terdekat
Hati-Hati! Jangan sampai terlambat membawa
penderita ke Pusat Kesehatan Terdekat. Bisa bisa nyawa Taruhannya. Bila kondisi
demikian terjadi, segera bawa penderita ke Rumah Sakit atau Puskemas terdekat
-
Mual Muntah Berlebih
-
Badan Lemas sampai tidak bisa berdiri
-
Pingsan
-
Tidak bisa Makan/Minum
-
BAB mengeluarkan darah
Apa yang biasanya dilakukan di Rumah
Sakit??
Saat
kita menderita diare, hal pertama yang
dilakukan oleh petugas kesehatan adalah mengembalikan keseimbangan cairan tubuh
kita. Kita akan ditanya berapa kali telah muntah/BAB. Cobalah untuk mengingat
sedetail mungkin sehingga jumlah cairan yang akan diberikan ke kita benar.
Cairan akan diberikan dalam bentuk Infus. Hampir semua pasien diare akan
dipasang infus. Pemasangan infus ini sangat penting untuk mengembalikan cairan
tubuh dan memasukkan obat-obattan.
Selanjutnya
akan dicari penyebab utama diare. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan
Laboratorium terhadap darah dan BAB pasien. Dari hasil pemeriksaan inilah
biasanya diketahui secara jelas penyebabnya.
Setelah
itu barulah akan ditentukan pengobatan yang tepat untuk menghentikan diare ini.
Untuk membunuh bakteri/virus yang menyebabkan diare terjadi. Bila tidak dalam
kondii berat, rawat inap untuk diare berkisar 4-6 hari saja. Setelah itu bila
kondisi sudah membaik pasien diperbolehkan untuk pulang.







0 komentar:
Posting Komentar