Sabtu, 08 Juni 2013

Diare Akut

DIARE AKUT

Semua orang pasti pernah mengalami yang dinamakan dengan diare. Buang air besar yang terus menerus disertai kondisi badan yang menurun. Apa penyebab diare? Berbahayakah diare itu? Serta bagaimana cara penanganan pertamanya? Temukan disini.

Alkisah Andi seorang anak berusia 15 tahun sedang lahap makan di pekarangan rumah sore hari yangc erah. Makanan istimewa yang didapat dari sebuah resepsi pernikahan tadi pagi. Andi makan dengan lahap bukan hanya karena lapar, tapi karena makanan yang didapat adalah makanan kesukaannya yaitu ayam panggang.
Tak disangka, beberapa jam setelah itu Andi mulai rajin mengunjungi Toilet. Dan dari dalam terdengar suara BAB yang cukup ramai. 2 kali, 3 kali bahkan sampai 5 kali andi Buang air dalam  jam terakhir.
Dan bukan hanya merasakan mulas yang lebih sakit dari biasanya, Andi juga merasakan lemas karena banyak BAB. Badannya juga mulai terasa hangat serta keringat yang mulai mengalir di wajahnya.
Akhirnya keluarga Andi memutuskan untuk membawanya ke Rumah sakit terdekat.



Mungkin  inilah gambaran singkat tentang diare. Kita akan bahas lebih lanjut tentang Diare dalam kategori Penyakit kali ini.
Diare Akut
Apa itu Diare Akut? Diare akut adalah Buang air besar dengan feses/tinja  yang tidak berbentuk padat atau dengan frekuansi lebih dari 3 kali dalam 24 jam.  Apabila diare ini berlangsung kurang dari 2 minggu maka inilah yang disebut dengan diare akut. Pada feses dapat terdapat lendir atau tanpa lendir, darah atau pus.
Bisa juga terdapat pula Gejala yang menyertai seperti rasa sakit pada perut, mual atau bahkan muntah, demam dan badan yang terasa lemas.
Jadi Diare Akut dicirikan dengan BAB yang lebih dari 3 Kali selama 24 Jam dan dengan Feses/tinja yang tidak berbentuk padat alias lembek. Jadi walaupun BAB lebih dari 3 kali tapi feses masih padat berarti anda tidak perlu kuatir. Mungkin saja ini karena anda terlalu sering makan hari ini.

PENYEBAB
Apa saja yang dapat menyebabkan diare? Kebanyakan orang mengalami diare setelah makan. Bukan makanan itu yang mengakibatkan diare, tapi bakteri atau virus yang ada didalamnya. Bakteri atau virus yang terdapat didalam makanan akan menganggu kinerja usus saat mengolah makanan sehingga menyebabkan diare.
Diare disebabkan oleh serangan Bakteri atau virus atau parasit. Ketiga hal ini yang paling sering menyebabkan diare akut yang parah.
Makanan sendiri memang dapat menyebakan diare, tapi jarang terjadi. Hal ini sering terjadi pada bayi akibat mal-absorbsi. Dimana usus bayi masih belum maksimal bekerja sehingga menyebabkan terjadi diare. Atau dikarenakan faktor alergi sehingga imunitas seseorang menganggap makanan tersebut adalah ‘musuh’nya.
Tapi diare juga dapat dikarenakan stress psikologis. Seseorang yang sedang mengalami tekanan berat atau stres menyebabkan terjadinya perubahan kuantitas hormon dalam tubuhnya. Ada yang langsung berakibat mengganggu kinerja lambung/usus. Tapi ada juga yang menyebabkan penurunan status imun sehingga mudah terkena penyakit termasuk serangan bakteri yang berakibat diare.

Akibat
Akibat utama dari diare adalah Feses yang encer. Mengapa demikian? Saat diare menyerang, usus mengalami kelainan fungsi. Entah itu akibat makanan, infeki bakteri atau stress. Kelainan ini dapat berupa usus yang bekerja terlalu cepat atau lambat.
Salah satu fungsi dari usus adalah untuk menyerap air yang terapat dalam makanan. Saat usus bekerja terlalu cepat, air yang diserap menjadi sedikit dan tersisa banyak dalam feses. Akibatnya, feses menjadi encer dan tidak berbentuk. Rongga usus-pun menjadi lebih cepat terisi dan lebih cepat juga dibuang. Sehingga anda lebih sering BAB.
Nyeri/rasa sakit yang terjadi juga dikarenakan kontraki usus yang tidak normal. Usus yang bekerja terlalu cepat ini akan merangang sensor nyeri sehingga anda akan merasa kesakitan di perut.
Gejala lainnya adalah badan yang terasa lemas. Hal ini dikarenakan pengeluaran air yang banyak melalui feses. Badan yang lemas juga disebabkan banyaknya energi yang dipakai tubuh untuk mengejan atau juga untuk menahan sakit.


Penanganan utama
Saat anda dirumah, apa yang anda dapat lakukan? Inilah yang penting untuk anda lakukan.
1.       Minum yang banyak
Saat terjadi diare, banyak cairan yang keluar tubuh. Hal ini menyebabkan dehidrasi dan badan lemas. Tekanan darah akan menurun karena kurangnya cairan darah. Minum yang banyak diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar. Bila mempunyai oralit, anda dapat memberikannya sesuai dengan aturan yang ada di bungkus oralit tersebut. Oralit lebih baik mengganti cairan tubuh daripada air putih saja. Bila tidak ada oralit, anda dapat membuat teh satu gelas dengan  gula satu sendok dan ditambah garam dapur seperempat sendok teh.
2.       Minum Obat
Obat-obatan dapat anda gunakan untuk penanganan pertama diare. Pilihlah obat yang memiliki kemampuan untuk menyerap racun. Obat jenis ini lebih baik daripada obat yang hanya berfungsi menurunkan frekuensi diare. Diare terjadi karena adanya racun didalam usus, jadi bila racun dikeluarkan, diare pun akan berkurang.
3.       Diusahakan untuk dapat makan makanan.
Makanan berfungsi untuk penyeia energi bagi tubuh. Karena banyak energi yang hilang, makanan penting untuk masuk ke dalam tubuh. Walau hanya bisa sedikit, usahakan penderita tetap menerima asupan makanan.
4.       Bawa ke Puskesmas/ Rumah sakit terdekat
Hati-Hati! Jangan sampai terlambat membawa penderita ke Pusat Kesehatan Terdekat. Bisa bisa nyawa Taruhannya. Bila kondisi demikian terjadi, segera bawa penderita ke Rumah Sakit atau Puskemas terdekat
-          Mual Muntah Berlebih
-          Badan Lemas sampai tidak bisa berdiri
-          Pingsan
-          Tidak bisa Makan/Minum
-          BAB mengeluarkan darah

Apa yang biasanya dilakukan di Rumah Sakit??
Saat kita menderita diare, hal pertama  yang dilakukan oleh petugas kesehatan adalah mengembalikan keseimbangan cairan tubuh kita. Kita akan ditanya berapa kali telah muntah/BAB. Cobalah untuk mengingat sedetail mungkin sehingga jumlah cairan yang akan diberikan ke kita benar. Cairan akan diberikan dalam bentuk Infus. Hampir semua pasien diare akan dipasang infus. Pemasangan infus ini sangat penting untuk mengembalikan cairan tubuh dan memasukkan obat-obattan.
Selanjutnya akan dicari penyebab utama diare. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan Laboratorium terhadap darah dan BAB pasien. Dari hasil pemeriksaan inilah biasanya diketahui secara jelas penyebabnya.
Setelah itu barulah akan ditentukan pengobatan yang tepat untuk menghentikan diare ini. Untuk membunuh bakteri/virus yang menyebabkan diare terjadi. Bila tidak dalam kondii berat, rawat inap untuk diare berkisar 4-6 hari saja. Setelah itu bila kondisi sudah membaik pasien diperbolehkan untuk pulang.


0 komentar:

Posting Komentar